Pengalaman Membeli Reksa Dana “Online”

pengalaman membeli reksa dana online

Assalamualaikum semuanya…

Pengalaman membeli rekening reksa dana online?

Sebelumnya pasti Anda sudah paham dengan reksa dana, bukan?

Ya, instrumen investasi yang mulai ngetrend di Indo pada awal tahun 2000-an ini mulai degemari banyak orang, terutama orang-orang tajir yang kebanyakan duit dan gak mau repot.

Lho, apakah reksa dana hanya khusus orang kaya? mungkin pertanyaan ini masih relevan sekitar lebih dari 10 tahun yang lalu. Soalnya pada saat itu, para Manajemen Investasi masih mensyaratkan pembelian minimal yang cukup tinggi sekitar 10 jutaan minimalnya (yang saya baca gitu sih, gak tau kalau ada yang beda. Jaman segitu saya masih mainan tanah soalnya hehehehe..)

Awal tahun 2017 dimana saat itu usia saya masih sekitar 18 tahun, saya mulai browsing-browsing tentang reksa dana.

Dan akhirnya saya menemukan salah satu Manajemen Investasi yang menurut saya cocok karena kemudahan pendaftarannya (dari dulu saya orang yang gak suka ribet) yaitu Reksa Dana Manulife – bukan bermaksud promosi ya, tapi kalau Anda gak pingin ribet ini bisa jadi salah satu pilihan Anda – yang pendaftarannya bisa dilakukan secara online, “Ya 100% Online”.

Kok bisa 100% online? kalau di tempat lain Anda paling tidak harus tanda tangan bermaterai, isi formulir dan bahkan ada yang harus buka rekening tabungan ditempat Manajemen Investasi tersebut.

Nah yang saya suka disini adalah Anda tidak perlu melakukan hal diatas tersebut, Anda cukup isi form pendaftaran di websitenya (silahkan bisa search sendiri di google), kemudian beberapa hari kemudian Anda akan dihubungi via telepon untuk konfirmasi dan verifikasi data.

Setelah itu, kita tinggal menunggu akun reksa dana aktif – tidak lebih dari 7 hari kerja – setelah aktif Anda tinggal memilih produk reksa dana yang mereka jual.

Untuk varian rasanya produknya cukup lengkap dalam satu jenis reksa dana ada sekitar 3 produk reksa dana, misalnya reksa dana saham ada 4 pilihan produk, ada yang saham syariah, saham unggulan (blue chips), saham-saham kecil (second liner), dan saham yang relatif berimbang. (tidak saya sebutkan ya nama aslinya, nanti dikira promosi)

nah begitu juga dengan reksa dana obligasi, pasar uang dan campuran. Semuanya ada varian produknya.

Berbicara soal pengalaman pertama beli reksa dana disini, saya memilih reksa dana saham yang syariah sejumlah 200 ribu, minimal pembeliannya hanya 100 ribu. Hanya dengan 100 ribu Anda sudah jadi investor tidak perlu menunggu punya uang segunung.

Selanjutnya saya menyisihkan 100 ribu untuk membeli produk-produk lainnya tiap minggu secara rutin.

Harganya sering berfluktuasi, terutama untuk reksa dana saham. bagi Anda yang suka risiko yang tinggi, reksa dana ini cocok buat Anda.

Kalau Anda pingin yang sedang-sedang aja risikonya bisa pilih reksa dana campuran atau obligasi, kalau menurut saya campuran lebih fluktuatif daripada yang obligasi, tapi tergantung juga dari portfolio tiap produknya, nah sebelum membeli suatu reksa dana wajib hukumnya membaca prospektusnya (memang sih, agak membosankan).

Tapi kalau Anda menganut paham “Alon-alon waton kelakon” (pelan-pelan asal tercapai), reksa dana pasar uang sepertinya cocok. Namun menurut saya (yang senang dengan risiko) pasar uang cenderung lamban pergerakannya. Tapi semua kembali ke tiap individu masing-masing, tiap orang punya selera yang berbeda.

Kalau ditanya apakah untung atau tidak ? bisa dibilang untung, tapi juga bisa dibilang tidak. Kok gitu?

Yang pertama, kalau ditotal sih saya bisa diblang rugi. Soalnya saya dulu pertama belinya pakai metode yang bernama “Bank Transfer” , nah metode ini memang cepet begitu dana masuk langsung diproses tanpa perlu konfirmasi ke CS-nya, tapiii ada biaya pembeliannya dan belum lagi biaya transfer karena metode tersebut hanya menerima satu bank saja yaitu bank Permata sedangkan punya saya BNI. contohnya saja dulu pertama saya beli Rp 200.000 tapi total biaya yang harus saya bayar kalau tidak salah mencapai sekitar Rp 214.000

Setelah beberapa kali pembelian, kalau dipikir-pikir dengan untung yang tidak seberapa tapi harus bayar segitu tiap beli, bakalan rugi dong. Akhirnya saya coba metode pembelian yang lain yaitu “Alternatif Pembayaran Lainnya”, memang metode ini sangat manual pertama Anda harus lihat daftar rekening tiap produk RD, lalu setelah transfer Anda harus konfirmasi pembelian ke CS-nya via email, walaupun agak ribet tapi di metode ini punya pilihan bank yang banyak juga tidak ada biaya pembelian jadi kalau Anda ingin beli 200.000 ya cukup transfer segitu.

Yang kedua, bisa dibilang untung kalau dilihat dari hasil investasinya, soalnya dari investasi sekitar 2 jutaan ada yang untung di produk reksa dana tertentu dan ada juga yang rugi. Tapi hasilnya masih untung sekitar 50 ribuan

Di manulife ada pembebasan biaya penjualan kalau sudah mencapai 1 tahun lebih, masalahnya reksa dana saya belum satu tahun dan saya sudah ingin ganti hape, yah namanya kawula muda kalau hape rusak sedikit bawaanya pengen ganti baru.

Dan keuntungan yang tadi harus dipotong dengan biaya penjualan sebesar  1.5 % dan juga biaya transfer pas pertama-tama beli, jadi total yang saya dapatkan minus 30 ribuan (maaf tidak ada screenshot, karena ini sudah lama tapi baru bisa ditulis sekarang).

Tapi bagi saya cukup menguntungkan karena paling tidak saya punya penglaman berinvestasi, mungkin kalau saya terus konsisten dan gak gampang ngambil duitnya bisa jadi hasilnya untung.

Saran saya untuk yang ingin investasi di reksa dan sebaiknya gunakan uang yang benar benar menganggur atau paling tidak, bisa untuk tidak anda gunakan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. (sok ngasih saran, padahal saya sendiri masih kayak gitu, hehehe…)

Mungkin cuma segitu aja, kalau Anda punya pengalaman dengan Reksa Dana monggo silahkan bisa dibagikan di komeng dibawah.

Wassalamulaiakum…

Hanya seorang yang suka menuangkan pikiran ke dalam sebuah tulisan. Belajarlah dari sekitarmu

1 comments On Pengalaman Membeli Reksa Dana “Online”

Leave a reply:

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer